Untuk mengetahui kemampuan bahasa siswa, seorang guru dituntut untuk melakukan pengukuran (evaluasi) kemampuan siswa. Dalam mengukur kemampuan tersebut, di bidang pendidikan bahasa atau ilmu bahasa, terdapat dua jenis tes penguasaan, yakni tes penguasaan bahasa (kebahasaan) dan ketrampilan bahasa (keberbahasaan). Dalam tes penguasaan bahasa (kebahasaan), terdapat tiga unsur penguasaan yang dapat diujikan; 1) tes ucapan dan ejaan, 2) tes struktur bahasa, 3) tes kosakata. Dalam kesempatan ini, kafeilmu sharing mengenai apa dan bagaimana tes struktur bahasa dan tes kosakata.

Tes Struktur Bahasa

Struktur bahasa pada umumnya terdiri dari morfologi dan sintaksis: Gramatika yang tepat di dalam kalimat sangat menentukan apakah suatu penuturan dapat diterima atau tidak. Namun demikian selain kegramatikalan kalimat, ketepatan bentuk kata, ketepatan pemakaian kata juga berpengaruh dalam suatu penuturan. Susunan gramatikalnya baik, bila pemakaian atau pemilihan katanya tidak sesuai maka suatu penuturan itu tidak dapat diterima, atau tidak bermakna.

Sebagaimana saran Y. Karmin (2000), tes struktur bahasa dapat dilakukan dengan beberapa bentuk soal tes berikut:
a. melengkapi kalimat (sederhana),
b. melengkapi kalimat (pilihan ganda), dan
c. tes rumpang (cloze test) (Y. Karmin, 2000).

Tes struktur bahasa bisa dilakukan dengan model terintegrasi, yakni berhubungan dengan konteks penguasaan ketrampilan bahasa yang lain. Guru dapat memberikan wacana yang akan digunakan sebagai tautan dalam tes struktur bahasa.

Tes Kosakata Bahasa

Kosa kata dilihat dari tingkat kesulitannya dibagi jadi kosa kata aktif dan pasif. Penguasaan kosa kata yang memadai akan membuat seseorang mampu melakukan komunikasi dengan bahasa. Makin banyak kosa kata yang dikuasai maka lebih memudahkan seseorang menerima atau menyampaikan informasi yang lebih luas dan kompleks. Tes kosa kata yang lebih baik adalah selain yang sering digunakan (kosa kata aktif) dalam kegiatan komunikasi bahasa juga yang berhubungan dengan konteks.

Untuk mengetahui tingkat penguasaan seseorang dalam pengetahuan dan produksi kata-kata, baik digunakan dalam berbicara dan menulis, maka dibutuhkan tes kosakata. Untuk dapat memberikan hasil yang tepat, perlu dilakukan dahulu pemetaan kata yang akan diteskan dalam tes kosakata. Bila tujuan tes kosa kata adalah untuk mengetahui tingkat penguasaan kata yang digunakan dalam berbicara dan menulis, maka dibutuhkan pemilihan sejumlah kosakata aktif. Sebaliknya, bila tujuannya untuk mengetahui tingkat penguasaan kosakata yang digunakan untuk memahami bacaan, maka dibutuhkan kosakata pasif. Kamus bisa sangat membantu dalam pembuatan soal tes, namun peneliti juga perlu melakukan analisis kata berdasarkan frekuensi pemakaiannya.

Bagi guru atau peneliti bahasa, mengetahui penguasaan kosakata siswa sama halnya dengan mengetahui tingkat keterampilan berbahasa siswa baik ketrampilan mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis, karena ketrampilan berbahasa juga sangat bergantung pada penguasaan kosakata. Karena itulah tes kosakata tidak selamanya dilakukan dengan terpisa, bahkan tes kosakata bisa dilakukan secara integral dengan tes ketrampilan berbahasa, baik dalam tes kemampuan produktif (berbicara dan menulis) maupun kemampuan reseptif (mendengarkan dan membaca).

Mengenai jenis tes yang bisa digunakan dalam tes kosakata, ada baiknya melihat pandangan Harris (1969:54-57) dalam melakukan test kosakata. Harris memberi saran sebagai berikut:
1. tes dalam bentuk definisi dengan menggunakan kata-kata sederhana yang mudah dipahami.
2. semua alternatif jawaban tes memiliki tingkat kesukaran yang lebih kurang sama.
3. jika memungkinkan, semua pilihan berhubungan dengan bidang atau kegiatan yang sama.
4. panjang pilihan jawaban lebih kurang sama.
5. butir soal harus bebas dari kesalahan ejaan.

Demikian sharing kafeilmu mengenai tes penguasaan bahasa pada jenis penguasaan struktur bahasa dan penguasaan kosakata. Tentang beberapa jenis tes bahasa yang lain, seperti tes penguasaan keberbahasaan (ketrampilan bahasa) yang meliputi ketrampilan bahasa menyimak, membaca, berbicara dan menulis dapat disampaikan pada kesempatan yang lain.

Tags: tes kosakata, tes kosa kata, Contoh tes kosakata, pengertian struktur kosakata, Tes kosakata bahasa inggris, struktur tes, pengertian tes kosakata, pengertian tes struktur bahasa

Blogger Indonesia yang suka dengan wacana sosial kemasyarakatan, suka menulis tentang bahasa, sastra dan teknologi informasi. Follow my +Kang Bull, email, Twitter or my Facebook.

Mari berbagi pengetahuan dengan menyebarkan artikel ini melalui akun sosial, Facebook, Twitter, dan Google+ Anda. Kebiasaan kecil dan ringan tapi besar untuk menambah wawasan kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>