Bagi guru bahasa atau tutor bahasa, melakukan tes keberbahasaan seperti tes kemampuan menyimak adalah sebuah kegiatan yang menantang. Pada jenis tes ini, kemampuan seseorang siswa pada ketrampilan bahasa menyimak diukur. Sejauhmana ia telah menguasai kemampuan tersebut. Melakukan pengukuran pada kemampuan menyimak tentu membutuhkan ketrampilan tersendiri. Serta dapat melakukan bentuk pengukuran yang valid dan bisa dipertanggung jawabkan. Bagaimana melakukan tes menyimak? Apa saja yang perlu diperhatikan dalam melakukan tes tersebut?

tes kemampuan menyimak

Memahami bahasa yang dituturkan oleh pihak lain adalah sebuah proses decoding, yakni meresapkan kode-kode yang diterima ke dalam pemahamannya, baik kode-kode tersebut melalui sarana bunyi maupun tulisan. Kemampuan tersebut merupakan kemampuan aktif seseorang dalam berbahasa, dan biasa disebut dengan kemampuan aktif reseptif.

Menyimak dan membaca merupakan dua kemampuan berbahasa yang bersifat aktif reseptif. Untuk mengetahui tingkat kemampuan reseptif dari menyimak dan membaca, dibutuhkan tes yang memenuhi persyaratan dalam menggali kemampuan tersebut. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan tes menyimak.

Maksud Tes Kemampuan Menyimak

Kegiatan berbahasa yang pertama kali dilakukan adalah kegiatan menyimak atau mendengar apa yang dituturkan orang lain melalui sarana lisan. Secara alami bahasa bersifat lisan dan terwujud dalam kegiatan berbicara dan pemahaman terhadap pembicaraan yang dilakukan. Hal itu akan lebih nyata terlihat pada masyarakat bahasa yang belum mengenal sistem tulisan. Pada umumnya, dalam masyarakat, proses bahasa secara lisan jauh lebih ban yak daripada bahasa tulisan. Karenanya tes kemampuan berbahasa lisan (dalam hal ini menyimak) perlu mendapat perhatian yang memadai.

Menyimak adalah kegiatan yang sarat dengan kompetensi, didalamnya sedikitnya mengandung dua kompetensi kemampuan bahasa yakni kompetensi linguistik dan kompetensi komunitatif. Bahkan menurut Kennedy (1981), ada 3 faktor yang saling berhubungan yang berpengaruh pada penguasaan menyimak yakni:

Faktor Linguistik

Faktor ini sangat mempengaruhi kompetensi menyimak seseorang. Sebagai perbandingan, materi tes menyimak dengan menggunakan kalimat pendek akan lebih mudah dipahami siswa daripada menggunakan kalimat yang panjang. Dari sini perlu menjadi perhatian kepada tutor dan guru sebelum melakukan tes. Mengacu pada tingkat penguasaan menyimak yang terdapat dalam kompetensi dasar, seorang guru dapat mempertimbangkan materi tes dengan menggunakan panjang kalimat yang secara umum dapat ditangkap oleh tingkat siswa tersebut.

Selain penggunaan kalimat panjang atau pendek, penggunaan kecepatan penyampaian pesan juga berpengaruh pada hasil tes. Semakin cepat penyampaian suatu pesan semakin sulit untuk dipahami.

Faktor Konteks

Pengaruh konteks pada tes menyimak bisa didasarkan pada bentuk ujaran yang digunakan dalam tes menyimak. Selain faktor ujaran, faktor nonverbal yang menyertai ujaran, dan faktor gangguan yang terdapat dalam ujaran juga berpengaruh pada tes menyimak.

Faktor Diri Pendengaran

Faktor diri ini banyak disebabkan oleh keadaan siswa secara pribadi. Kemampuan rendah dalam memahami kaidah atau guru terlalu cepat menyampaikan materi juga berpengaruh pada kemampuan menyimak seseorang. Karena itu, guru dapat memperhatikan penguasaan kaidah bahasa siswa terlebih dahulu sebelum melangkah pada tes kemampuan menyimak. Selain masalah kurang atau lebihnya pemahaman kaidah bahasa siswa, kapasitas memori serta fokus dan perhatian siswa terhadap apa yang disimaknya, juga berpengaruh pada hasil tes kemampuan menyimak. Itulah mengapa sangat dianjurkan untuk melakukan tes kemampuan menyimak ini pada ruangan khusus seperti lab bahasa untuk menghindari masalah-masalah diluar bahasa.

Teknik Tes Kemampuan Menyimak

Untuk mendapatkan hasil tes yang valid dan sesuai dengan tujuan tes kebahasaan maka diperlukan bentuk tes menyimak yang baik dengan mempertimbangkan babarapa hal berikut, sebagaimana beberapa faktor yang berpengaruh di atas.

Carrot (1980: 15) memberikan anjuran untuk melakukan penyeimbangan dalam tes. Setidaknya ada 4 hal yang perlu dijaga keseimbangannya, yaitu: 1) relevansinya dengan keadaan testi dan kemampuan yang diukur, 2) keberhasilan penerimaan isi dan formatnya, 3) ada kesepadanan antara skor yang diperoleh dari waktu dan kelompok yang berbeda, dan 4) keekonomisan.

Oller (1979:262) menyatakan bahwa melakuan tes menyimak dengan cara dikte dapat dilakukan oleh guru. Tes dengan dikte ini bertujuan untuk menentukan kemampuan anak dalam memahami bahasa yang digunakan dalam pembelajaran, untuk keperluan penempatan, dan untuk mengukur tingkat pemahaman wacana tertentu. Namun ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi tingkat kesulitan dalam dikte meliputi : tingkat kesulitan tes, kecakapan presentasi, panjang/jarak antara perhentian, tingkat gangguan, jumlah persentasi, dialek.

Guru dapat mempertimbangkan beberapa anjuran ahli dan tokoh bahasa di atas. Dalam penyusunan materi tes, guru tetap harus memperhatikan beberapa faktor yang mempengaruhi tes menyimak sebagaimana telah diuraikan di atas. Karena umumnya, selama ini tes kemampuan menyimak kurang mendapat perhatian dalam penerapan tes pada siswa. Pada siswa SMA, tes kemampuan menyimak dianggap telah dikuasai siswa dengan baik sesuai dengan kemampuan menyimak secara alami. Tes menyimak, justru merupakan tes proses selama pengajaran berlangsung, bukan merupakan tes khusus atas kemampuan menyimak yang dihadapkan pada siswa. Tes kemampuan menyimak terfokus pada salah satu kemampuan tertentu, keterampilan yang menuntut siswa untuk mengenali bunyi-bunyi tertentu secara teliti. Keterampilan menyimak secara diskrit misalnya siswa diminta membedakan fonem-fonem tertentu seperti pakta dan fakta, masa dengan massa, kafan dengan kapan.

Demikian beberapa hal yang mungkin bisa bermanfaat dalam melakukan tes kemampuan reseptif menyimak. Melakukan tes menyimak secara khusus akan lebih dapat memberikan informasi pada kemampuan bahasa siswa daripada melakukannya secara terintegrasi dengan tes kemampuan yang lain. Untuk tes kemampuan membaca akan dibahas lebih lanjut pada post saya selanjutnya.

Tags: tes menyimak, tes kemampuan menyimak, pengertian aktif reseptif, tes keterampilan menyimak, bentuk tes menyimak, aktif reseftif, ketrampilan menyimak dan membaca yag bersifat aktif reseftif, jenis tes menyimak

Blogger Indonesia yang suka dengan wacana sosial kemasyarakatan, suka menulis tentang bahasa, sastra dan teknologi informasi. Follow my +Kang Bull, email, Twitter or my Facebook.

Mari berbagi pengetahuan dengan menyebarkan artikel ini melalui akun sosial, Facebook, Twitter, dan Google+ Anda. Kebiasaan kecil dan ringan tapi besar untuk menambah wawasan kita.

2 thoughts on “Tes Kemampuan Menyimak

    1. Kang Bull Post author

      Terimakasih kunjungannya pak ustadz, semoga bisa menjadi sebagian kecil dari usaha memajukan negara, bangsa, dan agama.

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>