Pengertian Kredit dan Dasar Hukumnya dalam Islam

 0
Pengertian Kredit dan Dasar Hukumnya dalam Islamby Kang Hizon.Pengertian Kredit dan Dasar Hukumnya dalam IslamPengertian kredit Secara etimologis istilah kredit berasal dari bahasa latin, ?Credere?, yang berarti kepercayaan, maksudnya adalah bahwa seseorang yang memperoleh kredit berarti orang tersebut memperoleh kepercayaan, sedangkan bagi pemberi kredit berarti telah memberikan kepercayaan kepada seseorang dan yakin bahwa uangnya, pasti akan kembali sesuai dengan perjanjian.[1] Kredit menurut Undang-Undang perbankan nomor 10 tahun 1998,?kerdit adalah […]



Pengertian kredit

Secara etimologis istilah kredit berasal dari bahasa latin, ?Credere?, yang berarti kepercayaan, maksudnya adalah bahwa seseorang yang memperoleh kredit berarti orang tersebut memperoleh kepercayaan, sedangkan bagi pemberi kredit berarti telah memberikan kepercayaan kepada seseorang dan yakin bahwa uangnya, pasti akan kembali sesuai dengan perjanjian.[1]

Kredit menurut Undang-Undang perbankan nomor 10 tahun 1998,?kerdit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara bank dan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga.?

menentukan-resiko-cicilan-kredit-rumah-baru

Kredit menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), salah satu pengertian kredit adalah pinjaman uang dengan pembayaran pengembalian secara mengangsur atau pinjaman sampai batas jumlah tertentu yang diizinkan oleh bank atau badan lain.[2]

Berdasarkan pengertian di atas jelaslah bahwa kredit dapat berupa uang atau tagihan yang dapat di nilai dan di ukur dengan uang.

Dasar Hukum Kredit

Dasar hukum kredit pada dasarnya sama dengan hutang piutang, yaitu pada Al-Qur?an surat al-Maidah ayat 2:

?????? ??????????? ????? ????????? ?????????????? ?????????? ??????? ????? ??????? ??????? ?????????? (2

??Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.(Q.S al-Maidah : 2) [3]


[1] Kasmir, Bank dan Lembaga Keuangan Lainya, hal 92
[2] Hermansyah, Hukum Perbankan Nasional Indonesia, hal 57
[3] Depag RI,Al-Qur?an dan Terjemahannya, hal, 157




Author: 

Blogger Indonesia yang suka dengan wacana sosial kemasyarakatan, suka menulis tentang bahasa, sastra dan teknologi informasi. Follow my +Kang Hiz, email, Twitter or my Facebook.

Related Posts

Leave a Reply